Marketing? siapa takut…

You can only grow if you’re willing to feel awkward and uncomfortable when you try something new – Brian Tracy

best-dress
if you cant be the best “yet” at work, at least win the best dressed in their party

Gak pernah sekalipun dalam benak saya bahwa suatu saat saya akan bergulat di marketing / sales dan harus bermanis-manis di telepon. Bermanis-manis, buat mereka yang kenal baik dengan saya tahu banget itu bukan “spesialisasi saya”. Plus, saya jarang memberikan kesan baik kepada para sales yang pernah saya temui. Di benak saya mereka cuma berakting super manis dengan senyum lebar untuk menjebak saya.

Sekitar 5 bulan setelah selesai study saya disini, setelah mengirimkan ratusan, yep ratusan CV, saya akhirnya dipanggil interview sama perusahaan tempat saya bekerja sekarang. Tentulah saya yang sudah “bosan” dengan kerjaan saya di juice bar, menyambut undangan interview ini dengan senyum lebar. Judulnya “Lead Generator (Bahasa Speaker)”. Saya sama sekali gak ngerti apa kerjaannya, tapi saya jabanin ajah. Setelah presentasi, phone call interview beberapa kali, saya akhirnya dapat sedikit gambaran tentang pekerjaan ini. Asli, saya jelek banget pas phone test. Lah saya gak pernah punya pengalaman kerja ini. Saya pun hampir gak pernah bermanis-manis di telepon dengan siapapun. Kayaknya pesona luar biasa saya yang mebuat mereka gak sanggup menolah saya.Atau mungkin gak tega haha.

Jadi apa itu lead generator? Lead generator basically menanggapi demand market, atau bahkan mencari market, menqualify market tersebut untuk kemudian diberikan ke sales untuk diproses lebih lanjut. Yang bikin susah? Kerjaannya lewat telepon, jadi tugas saya menelpon para marketing manager atau IT manager atau posisi lain di atas itu untuk berdiskusi, memahami rencana, prioritas dan tantangan mereka untuk melihat apakah produk saya cocok atau gak dengan perusahaan mereka. Susahnya lagi? Karena market saya di SEA, jam kerja saya ikut jam kerja di Indonesia. Berarti jam 1 siang sampai jam 930 malam waktu NZ. Susahnya lagi? Karena saya gak ada background IT ataupun sales, saya harus bekerja lebih keras waktu training.

Ngomongin susah terus. Mari kita ngomongin enaknya. Enaknya? pastinya lebih enak dari kerja di jus bar. Enaknya lagi? Kerjanya Senin sampai Jumat, jadi bisa tidur pas weekend. Enaknya lagi? Bisa pake baju cantik. Enaknya lagi?Belajar hal baru yang gak pernah saya peduliin sebelumnya. Enaknya lagi? disponsorin working visanya. Buat yang satu ini saya khususkan di artikel setelah ini, sekalian buat bantu teman2 yang sedang dalam proses working visa.

Terus gimana performance saya? Awalnya hancur. stress. Kadang saya berharap gak ada yang jawab telpon saya. Saya ingat banget orang pertama yang ngangkat telpon saya itu VP nya UOB Singapore. Dia baru nanya “how can i help” saya udah grogi setengah mampus terus saya bilang “let me just send you an email” terus saya tutup telponnya grogi haha. Lead pertama saya dapat dari seorang IT Manager di Singapore dimana di sela-sela percakapan itu saya minta dia buat nyanyi haha. Sekarang sih udah gak grogi lagi, tapi masih belum sempurna secara dalam kehidupan nyata pun saya bukan komunikator yang bagus. At least i tried.

Jadi kesimpulan dari cerita panjang ini sebenarnya adalah jangan takut untuk memulai dari bawah. Jangan pernah takut memulai sesuatu yang baru hanya karena kita belum pernah mencoba. Lebih baik gagal dari pada takut mencoba. Hidup itu dinamis, kita pun harus dinamis atau kita akan tertinggal.

-Nona-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s