Apartement Hunting..

02648_01
Apartement pertama saya di Auckland
A house is not a home unless it contains food and fire for the mind as well as the body – Benjamin Franklin

Saya gak selamanya dong tinggal di backpacker hostel. Jadi salah satu hal yang harus saya lakukan adalah mencari tempat tinggal permanent, dimana saya bisa punya kamar sendiri, kamar mandi dan dapur buat masak. Sebelum saya tiba di Auckland, Agen saya udah kasi estimasi biaya apartement dan biaya hidup buat setahun. Dan itu jadi patokan saya buat cari apartemen di sini. Jadi kategori yang saya cari waktu itu :

  1. Apartemen di kota jadi saya gak perlu naik bus ke sekolah saya yang kebetulan berlokasi di kota. Plus saya gak mau nyasar secara yang saya tau cuma Queen Street waktu itu
  2. Harga gak lebih dari NZ$200 per minggu ( mahal yah )
  3. Saya gak mau share kamar. Aneh ajah rasanya berbagi kamar dengan orang yang saya gak kenal
  4. Saya gak mau tinggal di apartement yang lebih dari 4 orang

Simple yah..tapi cari apartement gak sesimple itu. Apartemen di daerah kota mahal2 bo..Gak heran memang secara Auckland salah satu kota termahal di dunia. Terus gimana caranya cari apartemen di Auckland?

  1. Browse beberapa website yang terkenal untuk cari apartemen atau flat mate. Saya pake trademe.co.nz dan nzflatmate.co.nz . Kedua website ini mengadvertise apartemen, rumah dan town house yang sedang mencari tenant dan sangat mudah untuk register dan gratis.
  2. Ada ratusan piliha di kedua website tersebut. Bagusnya datanya lengkap seperti apa yang mereka sediakan, berapa orang yang tinggal di rumah tersebut, harga, bahkan house rules. Pilihlah yang masuk dalam kriteria tempat tinggal idamanmu.
  3. Email / sms orang atau instansi yang mengadvertise rumah idamanmu. Minta waktu untuk datang dan mengecek kondisi rumah, apakah sama dengan yang diinfokan di internet.
  4. Bukan puma kita loh yang milih mereka, mereka juga milih kita jadi baik2 lah yah jangan belum juga tinggal bareng Utah songon gak bakal deh dihubungi lagi.
  5. Pengadvertiser entah itu yang punya rumah atau head tenant biasanya ngasih bond. bond itu kayak uang muka yang menjamin kenyamanan mereka sama kita. Biasanya berapa minggu biaya rental.kalau pengadvertiser bukan agent yah coma bond kalau itu agent mesti baya letting go fee yang biasanya gak sedikit juga. mahal yah hehehe
  6. Kale udah sama2 cocok (cieh cocok) jadian deh eh gak ding, kamu bisa masuk ke rumah itu sesuai dengan kesepakatan sama yang si advertiser.

Kira2 begitulah step by step saya akhirnya dapat atap pertama kali. Cukup beruntung karena saya dapatnya pas habis minggu pertama di hostel dan apartemennya pas di depan sekolah. Hujan angin bodo amat tetép gak ada alasan buat malas ke sekolah.

Happy hunting!!

 

-nona-

Mau hidup nyaman di Auckland? Mulailah dengan jacket yang nyaman

11423629_10152904967941821_4473840592827984285_n
saya dan si ungu yang nyaman dan hangat.

Berdasarkan data dari NIWA (National Institute of Water and Athmospheric Research), Auckland termasuk dalam kategori subtropical climate. Temperatur tertinggi di kota ini pernah mencapai 34.9 derajat celcius dan terendah pernah sampai -3.9 derajat celcius. Auckland juga termasuk salah satu kota paling cerah di New Zealand dan salah satu yang paling hangat. Senang? Tentu saja, sampai saya sadar seberapa tingginya curah hujan di Auckland. Berdasarkan data, dalam setahun curah hujan bisa mencapai 1,115.5 mm per tahunnya. Cukup tinggi dan cukup menjengkelkan terkadang, karena hujan selalu dibarengi dengan angin dingin yang cukup kencang. Pake payung ajah sih gak mempan, apalagi saya yang kecil ini bisa terbang saya dibuatnya.

Pas jalan2 di Queen Street, saya sadar hampir semua orang pake jacket yang sama. Seperti seragam hehe. Sepertinya nyaman karena sepertinya juga hangat dan gak terlalu tebal jadi tetap fashionable lah. Jaket yang dipake termasuk wind breaker jacket tapi juga waterproof jadi gak dingin karena angin dan gak juga basah dari hujan. Hhhmm, sepertinya saya saltum alias salah kostum. Jadi pergilah saya ke toko yang cukup banyak pengunjungnya apalagi di winter, yaitu Kathmandu. Yep di sinilah saya akhirnya memutuskan untuk membeli seragam ini untuk saya. Mahal memang, harganya di atas NZ$150. Tapi seperti saya bilang, tetap fashionable tapi hangat dan nyaman.

Hujan yang turun sepanjang tahun, bahkan di summer seperti sekarang, jacket yang pas memang sangat penting. Untuk merk, selain Kathmandu tentu saja ada beberapa merk lain yang juga sangat bagus, seperti Mac Pac, Morino dll. Jalan2 lah di Queen Street, beberapa toko untuk jacket buka sepanjang tahun. Salju hampir gak pernah turun di Auckland, jadi gak perlu yang tebal banget, yang penting hangat dan waterproof. Tebal saja tapi kalo gak tahan air kayaknya gak cukup pas untuk udara Auckland deh.

-nona-

And..New Zealand it is!!

“The life you have led doesn’t need to be the only life you have.” – Anna Quindlen

45901_new-zealand

New Zealand, Negara Russel Crowe dan Lorde yang terkenal dengan keindahan alamnya dan semakin popular setelah Lord Of The Ring menjadi hits, tentu saja menjadi salah satu bucket list travel saya. Masuk top 10? Sayangnya tidak, dan tentunya bukan tanpa alasan. Sounds boring ajah sih sebenarnya, paling bisa ke Aussie yang dekat, itupun masih harus proses visa pula. Tidak seperti Eropa yang bisa sarapan di Rome dan lunch di Paris. Berita seputar kasus kaum pribumi dan pendatang yang juga sempat hits makin buat saya gak terlalu kepo buat kesini. Terus kok pilih New Zealand buat sekolah? Lain lagi kalo itu ceritanya hahaha…

Berawal dari kebosanan yang sangat akan rutinitas 7 tahun kemarin, rasa mual tiap kali liat laporan pajak yang meningkat tiap tahun tanpa terasa sedikitpun imbas baik di public services, issue politik dan agama yang buat hari-hari di Negara sendiri makin blah dan factor gak mau nganggur, saya akhirnya browsing Negara-negara yang “rumornya” agak enteng buat Permanent Residence. Browsing beberapa blog, bahkan kaskus, New Zealand dan Canada menduduki peringkat teratas untuk kategori ini. Positifnya, kedua Negara ini bukan Negara “susah”, dengan stabilitas di politik yang cukup baik (New Zealand no.2 negara paling gak korup setelah Denmark ) dan tingkat keamanan yang cukup tinggi. Agak enteng di sini bukan tanpa usaha ya, karena mining and mineral di New Zealand dan Canada udah gak sebooming beberapa tahun silam, cara tercepat masuk Negara ini yah dengan menuntut ilmu disini, dengan biaya yang tidak murah pula (non-scholarship).

Setelah menimbang ini dan itu, konsultasi sana sini dengan agen pendidikan dan bahkan marketing dari beberapa sekolah dan tentunya dengan pertimbangan harga, akhirnya pilihan jatuh ke salah satu institute di Auckland. Bukan sekolah yang fancy atau university yang mahal,tapi private institute yang masuk budgetlah. Dengan bantuan dari Bright Future untuk pendaftaran sekolah sampai apply student visa yang surprisingly saya dapetin cuma dalam 5 hari (makasih pak Faalah), saya pun siap2 packing sambil grogi haha. Melangkah keluar dari zona nyaman dan penuh kasih sayang ke tempat yang benar-benar asing, gak pernah mudah. Tapi inilah hidup dan hidup adalah pilihan bukan?

Blog ini sengaja saya buat di sela waktu senggang saya yang sangat banyak secara saya lagi liburan sekolah dan belum dapet kerjaan (kasian yah), untuk memberikan informasi berdasarkan pengalaman dan opini saya pribadi untuk teman-teman yang berniat merubah hidupnya yang bosan seperti saya dulu hehe. Juga untuk keluarga saya yang terhalang waktu dan biaya komunikasi, dan cukup gaptek untuk skype dan sejenisnya, mungkin dengan membaca blog waktu senggang saya ini bisa ikut merasakan apa yang saya rasakan. Ah seandainya bisa berbagi secara langsung pasti lebih indah rasanya……

PS : waktu blog ini di publish saya udah gak se nganggur waktu ini pertama ditulis. sibuk nge-juice for life haha saya ceritain nanti…

Salam sayang

-nona-