Rasanya Queen Street itu….

“One’s destination is never a place, but a new way of seeing things.” – Henry Miller

billboard-auckland-streetscape

Rasanya Queen Street itu…Eits, Queen Street bukan makanan yah, melainkan nama jalan pusat commercial activity nya Auckland. Kalau kamu sampai di Auckland dan tiba2 sampai di jalan dimana semua oranga sepertinya ngumpul (secara Auckland gak segitu rame yah), itu pasti di Queen Street. Dinamain Queen Street sebagai penghormatan buat Queen Victoria, jalan yang seharusnya bernama Shortland Street dirubah menjadi Queen Street di tahun 1840. Pusat perbelanjaan, perkantoran bahkan universitas dan sekolahan ada di sepanjang jalan ini.

Melanjutkan cerita sebelumnya hari pertama saya di Auckland setelah naruh barang di hostel, saya langsung jalan2 ke Queen Street. Kebetulan hostel saya berlokasi cukup dekat dengan Queen Street, yah sekitar 10 menit jalan kaki kalo gak pake nyasar dan tau jalan tikusnya. Berhubung itu hari pertama dan kemampuan saya membaca peta yang super pas2an, jadinya 30 menit dong. Auckland yang dirasa sepi tiba2 rame (lebay). Mendadak banyak orang lalu lalang nyebrang jalan sana sini (makin lebay). Maklum, saya dari kampung yang kalau nyebrang asal nyebrang ajah jadinya ngeliat lampu ijo mendadak orang bisa nyebrang dari 4 jalur berbeda dan akhirnya ngumpul di tengah jalan cukup membuat saya bahagia berdiri di tengah jalan. Errr..aneh memang tapi saya cukup bahagia berdiri di tengah jalan diantara orang2 yang sibuk nyebrang.

Capek jalan dengan tas punggung yang cukup besar dan si cute Masha yang selalu menemani saya kemanapun dan dengan sepatu yang kurang cocok untuk kondisi jalanan Auckland akhirnya saya memutuskan untuk duduk di kursi pinggiran jalan sambil menikmati Cheese Churro sambil mencoba meresapi rasanya Queen Street (tuh kan lebay lagi). Jadi rasanya itu….

  1. Kesan pertama saya serasa di Hongkong. Tanya kenapa?? waktu saya duduk, sekeliling saya saudara jauh kita dengan mata yang lebih sipit dengan bahasa mereka masing2. Hhhmm..mungkin lokasi duduk saya salah. Tapi berdasarkan sensus di NZ tahun 2013 Chinese merupakan etnis Asia terbanyak di NZ dan 37% dari total populasinya ada di Auckland. Makes sense dong saya merasa di Hongkong.
  2. Serasa di Bombay. Pindah ke tempat lain, saya serasa di India atau setidaknya lagi nonton Bollywood. Tanya lagi kenapa? Sekeliling saya masih saudara jauh kita dari India dengan bahasanya. Saya bahkan membayangkan mereka kejar2an ngelilingin pohon sambil menari2. Dari hasil sensus yang sama populasi kawan2 kita dari India di NZ di tahun 2013 saja meningkat 68% dan merupakan etnis Asia terbanyak kedua di NZ dan sebagian besar hidup di Auckland.
  3. Merasa sendiri. ya iyalah orang2 itu berkelompok per negara, mana teman senegara saya? Saya celingak celinguk senyam senyum sama orang2 yang kira2 bertampang tidak jauh beda dengan saya, hehe ternyata mereka dari Philipina. Kawan2 dari negara tentangga ini emang secara fisik gak jauh beda dengan kita.
  4. Merasa item banget. Ini pas saya nongkrong di dekat Aotea Square. Nah kali ini saya nongkrong nya sama orang2 bule sini. Ya iyalah saya merasa item banget. Tapi banyak dilirik loh, tapi kayaknya mereka ngelirik Masha deh siggghhh.
  5. Merasa kecil. Saya pindah ke depan gedung ANZ dimana para tunawisma yang banyakan dari kepulauan Pacific nongkrong. Entah Maori entah Samoa saya gak terlalu tau perbedaannya yang pasti mereka membuat saya merasa kecil!! ya iyalah mereka dikaruniai badan yang cukup berisi saya mah jadi hobbit disampaing mereka.
  6. Merasa Segar. Udara di Auckland itu enak banget, asli deh. Bahkan di Queen Street yang kalo di Indonesia yah kayak pusat perbelanjaan gitu, sumpeknya minta ampun. Disini gak loh udaranya tetep segerr banget saya senang banget ngongkrong berlama-lama cuma buat mandangin orang dan menghirup udaranya. Kebersihan kota yang dijaga juga cukup membuat mata seger.
  7. Merasa pengen shopping. Iyalah namanya juga di pusat perbelanjaan dan secara saya wanita lah yah..Tapi jangan dikira toko2 disini seperti toko2 kita yah. Secara umum toko2 disini gak ada yang sebesar toko2 kita di Indo. Mall kita emang luar biasa yah gila2an ramai dan ukurannya. Disini semuanya standar dan gak segila shopping kita. Di Jakarta bisa dong mall buka sampe tengah malam bahkan sering ada midnight shopping, Di Auckland mah jam 5 ore udah tutup haha.

Jadi gimana rasanya Queen Street..?Kesan dan rasa pertama? Nano-nano yah kriuknya yang pasti rasa ini berubah setelah sekian lama tinggal disini. Rasa no.1-3 sudah mulai berkurang secara saya sadar Auckland dan kemulticulturalannya lah yang membuat tempat ini menarik. Merasa item? makin apalagi ini summer. Kecil? masih secara nih badan gak pernah mau naik. Seger? tetep..Pengen shopping? mulai bisa menahan diri hehehe…

-nona-